Perbedaan Desain Skandinavia dengan Desain Minimalis

Pada akhir-akhir ini ada dua desain interior yang sedang tren yang digunakan oleh pemilik rumah yaitu menggunakan desain Skandinavia atau menggunakan desain minimalis. Jika kalian melihatnya sekilas memang terlihat sama dan memiliki tampilan yang mirip. Bahkan dengan munculnya dua desain ini juga memicu pada satu tujuan yang sama yaitu untuk memiliki tampilan yang terkesan sederhana, luas dan juga bagus pada ruangan yang memiliki ukuran yang tidak terlalu luas. Akan tetapi apakah kedua daftar tangkasnet desain ini sama?

Antara desain interior minimalis dengan desain interior skandinavia memang keduanya memiliki kesamaan, kedua desain ini menggunakan dekorasi yang minim hal ini dilakukan untuk tidak membebani kapasitas ruangan yang ada. Akan tetapi kedua desain interior tersebut memiliki perbedaan diantaranya yaitu :

 

Desain Interior Skandinavia

Desain interior skandinavia yang dikenal pula dengan gaya interior nordic cenderung menggunakan bahan alami, pemilihan warna yang pucat, serta memiliki bentuk minimalis pada bagian interior terbuka. Bangunan dan konsep desain memanfaatkan lebih mengutamakan pencahayaan dari sinar matahari.

Bedroom Tv Wall Interior Design - Novocom.top

Tujuannya agar area bangunan terkesan dingin dan nyaman. Konsep desain ini juga cenderung menggunakan bahan kayu seperti pondok kayu putih dengan pilihan warna dan karya yang lebih ke arah monokromatik. Skandinavia lebih menampilkan kesan minimalis dan sederhana, namun sangat fungsional. Kunci utama desain skandinavia adalah memanfaatkan sinar matahari yang menyatu dengan area yang dingin di dalam rumah. Menurut catatan sejarah, desain ini berasal dari Nordik-Swedia, Finlandia, Islandia, Denmark, dan Norwegia, sekitar tahun 1950.

 

Keuntungan dan Kekurangan Desain Skandinavia

kalian yang menyukai konsep ini, tidak salah untuk mengetahui beberapa kelebihan juga kekurangan yang bisa dijadikan pertimbangan bila ingin mengaplikasikan desain skandinavia.

 

Keuntungan 

  • Perabot yang diaplikasi dalam hunian konsep ini memiliki bentuk yang lebih ramping, dan dapat disesuaikan dengan fungsi kebutuhan.
  • Desain scandinavian lebih mengutamakan pilihan warna-warna natural seperti warna dari alam, yaitu coklat kayu, krem atau warna floral.
  • Model ini bisa dibentuk dengan banyak hiasan seperti taman, kolam mungil atau hal lainnya yang disesuaikan dengan ide bangunan.
  • Dengan konsep scandinavian sangat memperhatikan faktor lingkungan dan juga kelestarian alam. Karena itu dalam membuat sebuah hunian ini selalu mempertimbangkan unsur dari keramahan alam juga pencahayaan sinar matahari.
  • Konsep scandinavian memiliki konsep sebagai pemberi kenyamanan dalam bermobilitas di dalam ruangan, khususnya untuk anak-anak yang sangat aktif.
  • Scandinavian juga sangat terkesan memiliki konsep menyukai pemandangan alam, terbukti dengan banyaknya desain yang memperlihatkan pemandangan di luar rumah.

 

Kekurangan 

  • Tidak bisa menaruh banyak perabot atau furniture, karena ruangan yang terlalu sempit dan akan terkesan penuh apabila terlalu banyak perabot.
  • Pilihan warna lantai, dinding juga plafon tidak bisa bertabrakan dengan warna umum bangunan. Hal ini akan membuat hunian menjadi sempit dan pendek.
  • Bentuk pencahayaan hunian melalui jendela, ventilasi tidak bisa lebih besar. Karena akan terlihat bangunan menjadi kurang menarik dan tidak sesuai dengan konsep scandinavian.
  • Apabila rumah dengan konsep ini sulit untuk di desain melebihi luas bangunan.
  • Bangunan akan terkesan begitu saja, jika tidak bisa dibuat dengan konsep yang semenarik mungkin.
  • Hunian tidak akan terasa nyaman apabila bangunan didirikan dalam bentuk asal-asal saja.
  • Hunian akan sulit untuk ditambah pada posisi samping dan belakang, hanya bisa dibangun atau ditambah pada posisi atas.

 

Desain Interior Minimalis

Selain desain skandinavia, ada desain interior minimalis yang juga cukup populer. Desain ini dianggap mewakili pemilik yang semangat dan hidup modern, serta minim dekorasi yang neko-neko. Desain interior minimalis biasanya digunakan pada sebuah ruang terbuka, umumnya warna yang dipakai berwarna putih dan hitam. Gaya minimalis cenderung dipengaruhi oleh desain bergaya tradisional seperti ciri khas Jepang, khususnya konsep pada bagian clean line dan aliran terbuka di seluruh rumah.

Photo 2 of 14 in A Small Manhattan Home Gains Space With Two Cozy Lofts - Dwell

Gaya bangunan ini sangat cocok untuk kalian yang menyukai garis warna putih dan hitam, dengan luas ruang terbatas namun tetap bisa menarik. Istilah “minimalisme” pertama kali untuk pertama kali digunakan pada tahun 1960-an.

 

Keuntungan dan Kekurangan Desain Minimalis

Buat kalian yang suka dengan gaya desain interior minimalis, tentu ada keuntungan dan kekurangan yang dimiliki desain tersebut. Berikut diantaranya kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.

 

Keuntungan

  • Tidak membutuhkan banyak yang biaya.
  • Kalian akan lebih mudah untuk menata ruang, karena hunian minimalis lebih mudah untuk disusun.
  • Suasana rumah lebih nyaman dengan pilihan desain yang simple. Dengan hunian yang minimalis juga menghemat koleksi perabot yang lebih sedikit dan jauh lebih hemat.
  • Perawatan dalam rumah mudah untuk dibersihkan, karena luas bangunan yang tidak besar dan tertata.
  • Desain yang menawan akan terlihat rumah yang lebih elegan dan indah.
  • Konsep minimalis cocok untuk luas tanah berukuran kecil.
  • Perawatan luar bangunan lebih hemat dan lebih murah.
  • Pengerjaan bangunan lebih cepat dan mudah.

 

Kekurangan 

  • Sulit untuk membentuk desain yang lebih mewah.
  • Gaya harus menyesuaikan dengan luas lahan, sehingga harus pintar memilah dan mengukur ruang sesuai dengan luas tanah.
  • Jika Anda menggunakan jasa tukang bangunan yang salah, maka bentuk hunian akan terlihat asal jadi.
  • Rumah minimalis terkesan kosong, tanpa memiliki makna yang tersirat pada desainnya. Hanya berfungsi sebagai bangunan, dan kekuatan semata.
  • Tren bangunan akan mengalami perubahan setiap era, sehingga konsep minimalis akan semakin berubah.

 

Perbedaan Desain Skandinavia dan Minimalis

Banyak yang keliru dan menyamakan desain Skandinavia dengan desain minimalis. Ketidaktahuan tersebut patut diajarkan mengingat kedua gagasan desain ini secara garis besar memiliki konsep dasar yang sama. Hanya saja pemilihan warna dan material biasanya menjadi faktor pembeda dari kedua gaya desain paling populer ini. Untuk pemilihan warna, furniture Skandinavia lebih memfokuskan untuk menemukan keseimbangan antara bagian yang mencolok dan yang menenangkan. Sedangkan desain minimalis memperbolehkan untuk percampuran antara warna cerah dan tenang. Material utama yang biasa digunakan mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Seperti dikutip dari elle decor, desain minimalis lebih sering menggabungkan bahan plastik yang tahan karat, krom, dan plastik berpernis. Sedangkan dalam desain Skandinavia, bahan organik yang berhubungan dengan alam, semisal kayu, menjadi material utama yang biasa digunakan. 

Meski demikian, dengan prinsip yang sama-sama terkait memfokuskan pada tampilan yang sederhana dan tidak neko-neko, membedakan keduanya bakalan sangat sulit. Apalagi untuk kita sebagai end user alias pengguna akhir yang sangat menggemari penampilan interior yang minimalis dan tampilan yang simpel serta fungsional. Satu ruang bisa didesain dengan gaya skandinavia dan minimalis pada saat bersamaan. Perbedaan keduanya akan kentara pada bahan yang digunakan. Desain skandinavia biasanya cenderung menggunakan bahan organik, misalnya karpet rami, keranjang anyaman dan kursi kayu melengkung. Sedangkan desain minimalis cenderung menggabungkan plastik tahan karat atau krom dengan plastik berpernis.

 

Mengenal Gaya Desain Interior Skandinavia

Desain interior Skandinavia atau bisa juga dikatakan dengan Scandinavian interior yang merupakan salah satu konsep interior yang sangat populer yang sangat digemari juga oleh kebanyakan orang. Penampilan yang disajikan begitu sederhana dan juga sangat elegan yang dimana membuat orang terpincut dengan gaya desain rumah yang menggunakan gaya interior seperti itu.

Gencarnya sebuah promosi akan gaya Skandinavia juga sangat selaras dengan semakin populernya juga IKEA sebagai salah satu produsen dan juga retailer yang paling terbesar akan perabot-perabotan khas dari negara Nordik. Terlepas dari itu semua, masih banyak yang belum diketahui secara menyeluruh mengenai seperti apa sebenarnya gaya desain interior Skandinavia. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai desain interior Skandinavia.

 

Apa Itu Skandinavia?

Skandinavia sebenarnya merujuk pada sebuah semenanjung di bagian Eropa utara. Skandinavia sendiri mencakup Negara-negara seperti Swedia, Finlandia, Greenland, Islandia, Svalbard, Denmark, dan juga Norwegia. Negara-negara tersebut juga dikenal dengan sebutan Negara-negara Nordik. Mereka terkenal dengan iklimnya yang lumayan ekstrim, kualitas pendidikannya yang mumpuni, dan sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan masyarakatnya paling terbaik di dunia.

Apa itu negara Skandinavia? - Quora

Di bidang pendidikan dan kualitas hidup, negara-negara Nordik ini memiliki prinsip yang menjadikan mereka dapat tampil beda dengan tetap menjaga dan mempertahankan kualitas serta ciri khas yang mereka punya. Salah satu yang membedakan negara-negara Scandinavian dengan negara lainnya adalah prinsip hidup yang mereka anut atau percayai. Prinsip hidup utama yang dimaksud adalah less is more.

Less is more ini menekankan untuk memilih kualitas dibandingkan kuantitas. Kuantitas boleh kalah, tetapi kualitas haruslah jadi nomor satu. Jika kita coba membandingkan dengan negara lain, semisal Amerika Serikat misalnya, prinsip dari Negara-negara Skandinavia ini sangat terasa perbedaannya. Dimana kebanyakan warga Negara Amerika Serikat lebih mempercayai bahwa more is more, yang juga menjadi salah satu prinsip yang banyak dianut di Indonesia. Mereka percaya bahwa kuantitas adalah segala-galanya.

 

Awal Mula Adanya Konsep Skandinavia

Gaya dari desain Skandinavia ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20 dan kemudian gaya desain tersebut merembak di tahun 1950-an. Pada periode tersebut, para desainer yang dari berbagai Negara yang ada di Eropa memiliki sebuah tujuan yang sama untuk menginovasi dan memodernkan berbagai gagasan desain agar menjadi tren baru di kemudian hari. Di sinilah desainer-desainer Skandinavia mulai mengembangkan gagasan desain yang lebih mengutamakan fungsi namun tanpa mengabaikan aspek estetika dari sebuah produk desain.

7 Ciri Khas Scandinavian Interior yang Sedang Ngehits!

Tidak lama setelah itu, konsep arsitektur Skandinavia pun mulai diperkenalkan di berbagai pameran-pameran desain. Salah satunya di ekshibisi Design in Scandinavia yang diselenggarakan oleh Museum Brooklyn pada tahun 1954. Selain eksibisi di Brooklyn, desainer-desainer Scandinavian pun banyak menggelar pameran di tempat lain, terutama di Amerika Serikat dan Kanada pada rentang tahun 1954 hingga 1957. Salah satu hal penting yang terus dipromosikan oleh mereka adalah cara hidup Skandinavia yang mengutamakan keindahan, kesederhanaan, dan gagasan desain yang bersih. Eksibisi-eksibisi ini pulalah yang pada akhirnya memiliki peran signifikan dalam mengenalkan dan mempopulerkan konsep desain Skandinavia dan mempengaruhi perkembangan desain di Amerika Utara dan Eropa. Mulai tersebar luas di sekitar tahun 1950-an, sebenarnya para desainer Skandinavia telah memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan gaya desain ini sejak tahun 1930-an. Beberapa nama terkenal yang pantas disebut diantaranya Alvar Aalto, Arne Jacobsen, Borge Mogensen, Hans J. Wegner, Verner Panton, Poul Henningsen, dan Maija Isola. Mereka semua telah memberikan gambar model dan juga memberikan prinsip nilai yang masih menginspirasi gagasan desain Scandinavian saat ini yaitu : daya tahan, fungsionalitas, dapat diandalkan, dan juga kesederhanaan.

 

Ciri Khas dari Desain Skandinavia

Saat pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat dan Kanada, prinsip dan cara orang-orang Skandinavia hiduplah yang menjadi poin penting utama yang tampak pada keseluruhan gagasan desain Scandinavian.

Desain Gaya Scandinavia - ARSITAG

Cara hidup masyarakat Skandinavia ini, yang akhirnya berpusat dalam desain mereka yang terkenal, adalah; indah, sederhana, bersih, serta terinspirasi dari alam dan iklim. Selain itu, aksesibilitas juga menjadi pertimbangan penting lainnya, di mana semua bahan baku haruslah dapat dengan mudah diakses dan tersedia untuk semua kalangan. Hal tersebutlah yang nampak dan terlihat sangat dominan dalam desain-desain rumah ala Skandinavia. Jika kita mencoba untuk menyimpulkan kedalam beberapa poin, inilah ciri khas yang dimiliki oleh desain interior Skandinavia diantaranya yaitu sebagai berikut :

  • Berhubungan Erat dengan Alam

Desain rumah di Negara Nordik terbangun dari prinsip yang berfokus pada keindahan, kesederhanaan, dan kebersihan. Tidak mengherankan, jika model rumah-rumah ini cenderung tidak terlalu jomplang dari satu rumah ke lainnya. Desain rumah Skandinavia juga terbangun dari situasi iklim di Negara mereka yang seringkali tidak bersahabat. Iklim yang sangat dingin menyebabkan desain rumah haruslah fungsional sekaligus nyaman di saat bersamaan dengan penggunaan furniture seminimal mungkin. Salah satu bahan alam yang sering digunakan untuk kebutuhan interior maupun eksterior rumah adalah kayu. Kayu sendiri merupakan elemen bangunan rumah yang bisa memberikan kesan alami dan hangat.

6 Konsep Desain Interior Skandinavia | Desain Rumah

Pemilihan elemen kayu biasanya diaplikasikan pada bagian lantai, langit-langit, maupun furniture. Material kayu yang digunakan pun lebih sering dibiarkan senatural mungkin dan menggunakan warna-warna yang tidak terlalu mencolok. Hal ini ditujukan untuk memberikan kesan alami yang kuat.

  • Memprioritaskan Fungsi dan Nilai Estetika

Jika ada ciri yang paling kentara dalam desain rumah Skandinavia adalah pengutamaan pada fungsi dan nilai estetika. Desainer-desainer Skandinavia lebih tertarik untuk memproduksi produk atau furniture yang fungsional dengan daya tahan yang lama dan harga yang efisien tanpa mengacuhkan keindahan dari model dan rancangannya. Jika kalian pernah berkunjung ke retail IKEA, kalian bisa perhatikan bagaimana produk-produk mereka dirancang fungsional, tahan lama, dan menampakkan kesan natural.

Coba Deh, Aplikasikan Desain Skandinavia untuk Rumah Kamu | Rumah123.com

Konsep dan rancangan perabotan milik mereka benar-benar dirancang untuk mengedepankan fungsi. Terlihat simpel, minimalis, tetapi dengan penampilan yang cukup estetik.

  • Memaksimalkan Tata Letak Furniture

Ciri khas lainnya dari desain Skandinavia adalah soal tata letak furniture. Guna mendapatkan rasa nyaman yang maksimal serta visual ruangan yang tetap ciamik, tata letak yang maksimal bisa memberikan keleluasaan ruang gerak bagi penghuni. Dengan konsep yang berusaha untuk memanfaatkan semua space yang tersedia, pemilihan furniture pun biasanya cenderung minim detail. Hal ini melahirkan kesan ruangan yang rapi dan sederhana. Perabot yang digunakan juga memiliki keselarasan dan keseimbangan pada warna. Pilihan warna netral adalah yang paling dominan digunakan. Sementara untuk aksesori, dekorasi rumah gaya skandinavia tidak menampakan kerumitan. Ia sangat simpel, tetapi tetap elegan dan gaya.

  • Bukaan yang Besar

Bukaan besar menjadi salah satu ciri khas selanjutnya dari gaya desain Skandinavia. Sedikitnya sinar matahari yang terpancar pada musim dingin di Negara-negara Nordik ini menyebabkan bukaan besar menjadi salah elemen arsitektural terpenting yang harus diperhatikan. Jendela besar memungkinkan cahaya matahari dapat masuk secara sempurna ke dalam rumah. Selain itu, sirkulasi udara pun akan terasa sangat maksimal. Bukaan besar ini pulalah yang menjadi rahasia kecil kenapa rumah-rumah ala Skandinavia bisa tampak sangat terang, lapang, dan nyaman.

  • Didominasi dengan Warna Netral

Warna cat putih, abu-abu, dan krem adalah warna-wrana yang sering digunakan dalam konsep interior Skandinavia. Seperti sempat disinggung sebelumnya, warna netral menjadi yang paling dominan digunakan dalam rumah-rumah Skandinavia. Dan pemilihan warna netral ini bukan tanpa sebab. Warna netral sengaja digunakan sebagai skema warna utama karena kemampuannya untuk menjadikan ruangan terasa lebih luas, lapang, dan cerah.

Jasa Kontraktor Interior Tangerang | Berkenalan dengan konsep interior  rumah bergaya Scandinavian | 081287777381

Meski begitu, warna-warna pastel dan warna terang lainnya semisal biru muda dan coklat muda, juga banyak digunakan meski hanya sebagai aksen saja. Hal ini untuk menjadikan interior rumah skandinavia terasa lebih berwarna dan lebih hidup.