Ciri-ciri Gaya Interior Skandinavia yang Sangat Digemari

Salah satu gaya desain yang sedang hits-hits nya dan sangat digemari di dunia interior serta arsitektur adalah gaya dari desain Skandinavia. Pada prinsipnya, desain yang terkonsep dari negara-negara yang ada di Eropa seperti Denmark, Norwegia, Swedia dan sebagainya ini memprioritaskan fungsionalitas tanpa menghilangkan keindahannya. Pencahayaan merupakan elemen yang sangat penting pada desain interior ini. Pencahayaan diharapkan dapat memberikan kesan hangat dan nyaman pada ruangan. Mau tahu ciri gaya desain Skandinavia lainnya? Berikut diantaranya.

Furniture Scandinavian memiliki ciri dan finishing yang khas, furniture scandinavian memiliki keunikan tersendiri sehingga ciri dan gaya finishing berbeda. Dapat dipadukan dengan berbagai gaya, furniture scandinavian tetap terlihat unik karena memiliki ciri dan finishing tersendiri. Ciri furniture scandinavian sangat dipengaruhi oleh sejarahnya. Pengaruh berbagai negara membuat ciri furniture scandinavian sangat unik. Gaya yang maksimal dengan tampilan yang minimal adalah desain interior Skandinavia. Kesederhanaan dan memaksimalkan fungsi merupakan prinsip panduan yang telah membentuk kepekaan desain Eropa di abad pertengahan. Hasilnya adalah menciptakan ruang-ruang yang diliputi cahaya, kedap udara, tenang dan perasaan yang menyatu dengan alam.

 

Sejarah Gaya Skandinavia

Gaya ini merupakan trend dari Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia. Prinsip dari desain interior skandinavia sendiri memainkan unsur alami, mendukung warna netral dengan garis yang sederhana. Gaya ini akan menekankan fungsi optimal dari setiap bagian dekorasi. Apabila kalian menginginkan gaya yang cantik sederhana dari skandinavia tidak banyak kerpotan yang akan kalian dapatkan ketika mengatur. Kalian bisa melihat dari masa lalu ketika dekorasi rumah Skandinavia dan perabotan Skandinavia mengejutkan dunia setelah Triennale di Milano edisi 1947. Pameran populer di kota Milan Italia ini menampilkan berbagai mebel, barang pecah belah, dan aksesori rumah berlabel desain Nordik. memberikan banyak sensasi dalam pameran tersebut dan menjadi terkenal di seluruh dunia setelahnya.

Kemudian desain ini mengalami popularitas baru di pertunjukan Desain Skandinavia Amerika Serikat dan Kanada dari tahun 1954 hingga 1957 membuat desain Nordic dikenal. Daya tarik dengan ide desain Skandinavia tumbuh lebih luas sebagai hasilnya hingga saat ini. Kalian tidak perlu mengalami kesulitan lagi dalam memilih furniture yang berukuran besar. Karena salah satu ciri khas yang utama adalah bentuknya yang ramping. Ingin tahu seperti apakah ciri khas dari furniture Scandinavian yang lainnya? Mulai dari ciri hingga bagaimana cara kalian mendapatkan finishingnya akan diulas secara terperinci dalam artikel ini.

 

Ciri-ciri Furniture Scandinavian

Sangat menarik melihat berbedanya furniture dan tren gaya Scandinavian berevolusi dari desain di seluruh Eropa. Umumnya masyarakat Eropa zaman dahulu menyukai dekorasi mewah dan hiasan yang terinspirasi oleh gaya hidup mewah aristokrasi dan keluarga kerajaan. Ide-ide desain interior rumah orang-orang Nordik memetakan kursus desain yang berbeda, lebih memilih yang praktis daripada yang mewah, memilih fungsi daripada banyak motif atau ukiran. Bahkan pemilihan warna yang sangat terlihat klasik dan mewah seperti furniture kerajaan.

Kehidupan pertengahan abad di wilayah Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia berkolaborasi untuk membentuk desain Scandinavian. Musim dingin yang panjang dengan sedikit waktu siang hari membuat orang tetap berada di dalam rumah selama berbulan-bulan dan membentuk tampilan Nordik. Selain itu, kebanyakan orang tinggal di rumah-rumah berukuran kecil, sebuah penjelasan mengapa gaya minimalis Scandinavian lebih banyak dipilih. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat rumah terasa nyaman namun lapang. Dengan setiap objek di dalamnya mampu memantulkan cahaya sekitar sebanyak mungkin, fitur utama gaya Scandinavian adalah modern.

Sensibilitas gaya pada furniture Scandinavian tetap elegan dan menghindari terlalu banyak hiasan. Sehingga keanggunan yang sederhana tetap diraih dari bentuk, material dan warna furniture. Hasilnya adalah gaya yang menggabungkan kecantikan dengan kepraktisan, mengikuti pola utama rumah Scandinavian. Meskipun popularitas gaya dan desain Scandinavian sedikit memudar pada 1980-an, dan mulai melonjak lagi pada dekade berikutnya ketika gaya itu ditafsirkan kembali. Pada tahun 1990-an para desainer di negara-negara asal gaya Skandinavia  membuat furniture yang mereka ciptakan sebagai bagian dalam dekorasi daripada unit individu. Lalu bagaimana furniture dengan gaya Scandinavian modern yang saat ini banyak diterapkan pada desainer? Jika kalian akan membuat furniture sendiri aspek apa saja yang harus diperhatikan? Berikut ini ciri khas yang akan membuat furniture Scandinavian kalian berhasil.

 

  • Gaya yang Bersih

Kesederhanaan adalah kunci utama desain Scandinavian modern. Prinsip utama desain Skandinavia adalah memprioritaskan fungsi tanpa mengorbankan estetika. Kini banyak sekali tawaran furniture dengan gaya Scandinavian yang dijual murah melalui toko online. Berbagai macam desain bisa membuat kalian terinspirasi untuk membuatnya sendiri di rumah. Garis yang bersih, artinya kalian hanya akan membuat struktur furniture secara utuh tanpa adanya motif yang mengganggu.

9 Ciri Gaya Skandinavia yang Sedang Digemari

Jika furniture adalah sofa maka, memperlihatkan kaki soda dan membuatnya terangkat dari lantai sangatlah penting. Tidak cocok menggunakan sofa besar yang kakinya tidak terlihat terutama dengan beberapa renda. Kaki kursi yang terbuat dari kayu akan memperlihatkan keindahan warna kayu. Mirip seperti kursi retro, keempat kaki kursi yang menjadi tumpuan akan berukuran lebih kecil.

 

  • Warna Netral

Warna akan selalu menjadi acuan yang penting terhadap sebuah furniture. Nah kali ini untuk gaya Scandinavian warna yang dipilih harus memberikan ketenangan misalnya saja putih cerah. Warna tersebut akan menjadi warna tenang dalam sebuah ruangan yang telah diberikan beberapa dekorasi mirip seperti gaya minimalis. Warna putih memberikan kesan yang terang sehingga akan menampilkan sebuah ruangan yang lebih luas. Bahkan jika itu diterapkan pada sebuah furniture di dapur seperti kabinet atau kitchen set. Selain furniture, warna putih juga dapat diterapkan pada dinding  dan plafon.

How To Create A Scandi Style Living Room | Taylors On The High Street

Inilah warna yang paling banyak digunakan, namun bukan berarti furniture desain Skandinavia tidak memiliki pilihan warna yang lainnya. Kebanyakan warna netral selain putih yang dipilih adalah warna kayu. Warna kayu yang dipilih sendiri adalah warna kayu oak putih. Memperlihatkan keindahan dari serat kayu sehingga jenis kayu yang dipilih juga harus menggunakan kayu berserat indah. Warna natural alami akan memberikan keindahan dari alam dekat dalam ruangan.

 

  • Material Alami

Karakteristik dari furniture Scandinavian dapat dilihat dari material kayu yang digunakan. Material pembuatan furniture yang banyak digunakan adalah kayu solid. Bukan kayu buatan seperti plywood karena tidak memiliki serat kayu yang menarik.

Scandi Living Room Interior Stock Photo - Download Image Now - iStock

Kayu solid juga merupakan kayu yang memiliki ketahanan terbaik. Selain furniture, kayu banyak digunakan sebagai bagian material lantai kayu. Beberapa jenis kayu yang digunakan adalah seperti kayu pinus, ash, jati, ulin, merbau, dan sonokeling.

 

  • Tekstil¬†

Furniture seperti sofa membutuhkan tambahan bahan tekstil sebagai cushion. Tekstil akan membuat kursi dan furniture lainnya menjadi lebih nyaman. Ketika kayu di finishing dengan warna natural maka cushion akan memberikan motif dan sedikit warna cerah.

Scandinavian Design | Living Room - pathofcharacter.com

Misalnya saja kalian bisa menggunakan cushion yang memiliki garis halus yang menghangatkan ruangan. Ada pula bahan rajutan, wol, linen yang lebih disukai dibandingkan dengan bahan sintetis.